Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 Fakultas Teknik Se-Indonesia Siap Berkolaborasi

25 Januari 2019

Padang - Fakultas Teknik Se-Indonesia Siap Berkolaborasi Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0. Memberikan program kerja (proker) strategis dan fundamental sedang disiapkan dekan-dekan Fakultas Teknik (FT) se-Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menyukseskan revolusi industri 4.0. Hal ini terungkap dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Ke-I Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) pada Kamis (6/12) di Gedung Auditorium Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Andalas (Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., MBA) dan diikuti sebanyak 62 Dekan Fakultas Teknik Se-Indonesia.

Ketua Umum FDTI (Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA) menyebutkan, mau tak mau sekarang ini masing-masing Fakultas Teknik mesti berkompetensi membahas tantangan pengembangan industri 4.0. Perguruan tinggi besar harus berbagi dengan yang lain. ”Mestinya, mulai sekarang sudah ada klasterisasi masing-masing perguruan tinggi di wilayah barat, tengah dan timur. Misalnya Universitas Hasanuddin menetapkan jadi pusat keunggulan (pusat keunggulan) kemaritiman. Pemerintah pun diharapkan dapat menyiapkan infrastruktur yang mendukungnya.

Rapat ini dibagi atas 3 bagian yaitu: 1. Divisi Kerjasama Pengajaran. 2. Divisi Kerjasama Penelitian. 3. Divisi Kerjasama Pengabdian.

Lewat kongres ini, tambah pria berlatar belakang teknik metalurgi bahan ini, juga akan dihasilkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Intinya, bagaimana nanti Fakultas Teknik se-Indonesia berlisensi dalam menjalankan program profesi insinyur. “Prinsipnya, kita mendukung program sertifikasi insinyur. Namun, kita berharap PII juga melihat masing-masing perguruan tinggi. Pasalnya masing-masing kampus wilayah barat, tengah dan timur memiliki plus-minus. Baik infrastruktur, Sumber Daya Manusia, sistem pengelolaan, serta lainnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Andalas mengutip, Fakultas Teknik mesti menjadi pemicu perkembangan cepat teknologi. DIPERLUARKAN, MELAKUKAN Program Blended Learning sesuai saran Kemenristekdikti. Terkait, ke depan, mata kuliah, tatap muka hanya 3-4 kali saja. Selebihnya, berintegrasi lewat internet. ”Tahun depan, kita akan menerapkan program blended learning untuk mata-mata kuliah tertentu. Kita berharap, Fakultas Teknik bisa pula menerapkan pola ini. Terkait, mata-mata kuliah yang bagus di universitas, bisa digunakan di universitas lain. Kita tahu, masing-masing universitas ini memiliki kearifan lokal sendiri-sendiri ”. Hal lain, bagaimana meningkatkan daya saing penelusuran. Setiap pelatihan mesti dibekali sertifikasi sesuai keahliannya.

Disamping itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas (Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D) menerangkan, membuka forum ini sebagai respons perubahan teknologi luar bisa. Forum ini tempat berhimpun Dekan Fakultas Teknik Se-Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. ”Lewat rakernas I, kita ingin membuat proker strategis dan fundamental yang bisa mengubah arah pendidikan tinggi teknik 2019 mendatang. Tak perlu banyak-banyak, cukup 3-4 saja tapi bisa dikerjakan ”. Sesuai dengan tema "Ubah Visi dan Arah Baru Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia dalam Revolusi Industri 4.0". Menurut Dia, bagaimana Fakultas Teknik menjadi lokomotif transformasi digital perguruan tinggi. Lebih lanjut, inisiator teknik sesuai kapasitas pengetahuan dan SDM di Fakultas Teknik.

HUMAS FAKULTAS TEKNIK

Read 1395 times