Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Andalas menyelenggarakan INDX Paper Competition 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan ide, hasil penelitian, dan perspektif kritis melalui karya ilmiah yang berkontribusi terhadap keberlanjutan manufaktur serta praktik industri yang bertanggung jawab.
Kompetisi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi, mempertajam kemampuan analisis, serta meningkatkan prestasi akademik. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, INDX Paper Competition 2026 menjadi ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan kreatif dan solutif yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan dunia industri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, yaitu Universitas Muhammadiyah Riau, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Lampung, dan Institut Teknologi Bandung. Keikutsertaan mahasiswa dari berbagai institusi menunjukkan antusiasme dan semangat generasi muda dalam mengembangkan pemikiran serta inovasi di bidang teknik industri.
Melalui kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya ditantang untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga didorong untuk melihat berbagai persoalan industri secara kritis dan menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Gagasan mengenai keberlanjutan manufaktur dan praktik industri yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun masa depan industri yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Andalas menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang INDX Paper Competition 2026 atas prestasi yang telah diraih. Pencapaian tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya, mengembangkan ide-ide terbaik, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia akademik maupun industri.
Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan Infrastructure Knowledge Challenge 2026 tingkat perguruan tinggi se-Sumatera Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada 23 September 2026 ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, pengetahuan, dan pemahaman mengenai berbagai aspek pembangunan infrastruktur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Is Prima Nanda, M.T. Kehadiran pimpinan Fakultas Teknik Universitas Andalas menjadi bentuk dukungan terhadap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik dan kompetitif yang berkaitan dengan bidang keilmuan teknik, khususnya pembangunan dan pengembangan infrastruktur.
Universitas Andalas turut berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui dosen dan perwakilan tim mahasiswa dari Departemen Teknik Sipil. Keikutsertaan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran melalui kegiatan yang mengangkat isu dan tantangan di bidang infrastruktur.
Infrastructure Knowledge Challenge 2026 dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa perguruan tinggi di Sumatera Barat untuk memperluas wawasan mengenai infrastruktur serta meningkatkan kemampuan dalam memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembangunan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami aspek teoritis, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan di daerah.
Bagi mahasiswa Teknik Sipil, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperoleh pengalaman dalam menghadapi tantangan yang berkaitan dengan bidang keilmuan. Pengetahuan mengenai infrastruktur memiliki cakupan yang luas, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, bangunan, hingga berbagai sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat interaksi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai kebutuhan pembangunan infrastruktur serta mendorong kontribusi akademisi dan mahasiswa dalam pengembangan daerah.
Keterlibatan perguruan tinggi dalam Infrastructure Knowledge Challenge 2026 menunjukkan bahwa lingkungan akademik memiliki peran dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Melalui pengetahuan, penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi terhadap berbagai kebutuhan pembangunan di Sumatera Barat.
Selain meningkatkan wawasan keilmuan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk membangun kemampuan berpikir kritis, menganalisis permasalahan, serta bekerja sama dalam sebuah tim. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia profesional yang semakin kompleks dan dinamis.
Keikutsertaan dosen dan mahasiswa Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang infrastruktur. Pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dan kesiapan profesional.
Melalui Infrastructure Knowledge Challenge 2026, mahasiswa perguruan tinggi se-Sumatera Barat memperoleh ruang untuk belajar, berkompetisi, dan bertukar wawasan mengenai pembangunan infrastruktur. Kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur dan kemajuan Provinsi Sumatera Barat.
Padang, 8–9 Juni 2026 — Fakultas Teknik Universitas Andalas menyelenggarakan International Community Development Seminar dan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam rangka Enhancing Quality Education for International University Recognition (EQUITY) Project 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juni 2026 tersebut mengangkat tema “Integration of Plant Biotechnology and Smart Agriculture for Strengthening Food Security and Climate Change Adaptation in West Sumatra.”
Kegiatan dipimpin oleh Micko Tomas, S.T., M.T. dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap tantangan ketahanan pangan serta perubahan iklim di Sumatera Barat.
Melalui seminar internasional, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi dan inovasi di bidang bioteknologi tanaman dan pertanian cerdas. Seminar menghadirkan Khurram Bashir, Ph.D. dari Lahore University of Management Sciences (LUMS), Pakistan, yang membahas berbagai inovasi bioteknologi untuk meningkatkan ketahanan tanaman dalam menghadapi berbagai bentuk cekaman lingkungan.
Pemanfaatan bioteknologi tanaman dinilai memiliki potensi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan tanaman terhadap kondisi lingkungan yang semakin dinamis. Pengetahuan tersebut menjadi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang dapat memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.
Sementara itu, Dr.Eng. Zulkarnaini, M.T. membahas penerapan teknologi sensor, Internet of Things (IoT), dan sistem monitoring berbasis data dalam pengembangan smart agriculture. Pendekatan tersebut memungkinkan proses pengelolaan pertanian dilakukan secara lebih terukur dengan memanfaatkan data untuk mendukung pengambilan keputusan.
Integrasi teknologi digital dalam sektor pertanian diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memantau kondisi tanaman dan lingkungan secara lebih akurat, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari seminar internasional, Fakultas Teknik Universitas Andalas bersama Kelompok Tani Minang Saiyo dan Yayasan Aksi Sigap Peduli (ASP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan kepada petani.
Kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan pertanian modern, mulai dari pemanfaatan bioteknologi tanaman, strategi adaptasi terhadap perubahan iklim, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pertanian.
Para petani juga diperkenalkan dengan konsep smart agriculture berbasis sensor dan IoT. Teknologi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu petani memperoleh informasi kondisi lahan dan tanaman secara lebih cepat dan akurat, sehingga pengelolaan pertanian dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Pendekatan ini tidak hanya menempatkan teknologi sebagai solusi, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami dan mengadopsi inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan demikian, penerapan teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung penguatan ketahanan sektor pertanian.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari Program EQUITY 2026 yang didukung oleh LPDP atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia berdasarkan Kontrak Nomor 4304/B3/DT.03.08/2025.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, akademisi internasional, kelompok tani, dan organisasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan program. Sinergi tersebut memungkinkan pertukaran pengetahuan sekaligus mempertemukan hasil pengembangan ilmu dan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Melalui integrasi bioteknologi tanaman dan smart agriculture, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, dan keberlanjutan sektor pertanian di Sumatera Barat.
Program ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, penguatan inovasi dan teknologi, peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, serta pembangunan kemitraan yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Fakultas Teknik Universitas Andalas dalam menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Andalas bersama PT. Sutanto Arifchandra Elektronik menyelenggarakan kegiatan “KITANI Goes to Campus” sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia industri. Kegiatan diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT. Sutanto Arifchandra Elektronik dan Fakultas Teknik Universitas Andalas.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Dedi Arif Purnomo, S.T., M.M. selaku HR Manager PT. Sutanto Arifchandra Elektronik dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Is Prima Nanda, M.T., IPU., ASEAN Eng. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Teknik, Prof. Dr. Eng. Muhammad Ilhamdi Rusydi, S.T., M.T., Ketua Departemen Teknik Elektro, Prof. Syafii, S.T., M.T., Ph.D., jajaran dosen, serta mahasiswa Departemen Teknik Elektro.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang membahas berbagai topik yang relevan dengan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Materi yang disampaikan mencakup budaya kerja, product knowledge, serta peluang karier di PT. Sutanto Arifchandra Elektronik. Melalui sesi tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai lingkungan industri sekaligus gambaran mengenai kompetensi dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Kegiatan “KITANI Goes to Campus” juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan pihak industri. Pertukaran informasi dan pengalaman diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan kebutuhan industri serta mempersiapkan diri secara lebih baik untuk menghadapi dunia profesional.
Melalui kerja sama dan kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Andalas terus mendorong terbangunnya sinergi yang erat antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan wawasan, kesiapan profesional, pengembangan kompetensi, serta peluang karier mahasiswa Departemen Teknik Elektro.
Padang — Fakultas Teknik Universitas Andalas melalui Program Studi Arsitektur berkolaborasi dengan Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai wujud sinergi antarperguruan tinggi dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Pembangunan hunian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Melalui keterlibatan Program Studi Arsitektur dari kedua institusi, kegiatan PkM ini mengedepankan penerapan keilmuan arsitektur untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Kolaborasi tersebut juga menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman, serta inovasi dalam menghasilkan solusi hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pembangunan Huntap di Desa Guo diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu aspek penting agar solusi yang dihadirkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas institusi perguruan tinggi dapat menghadirkan kontribusi konkret dalam menjawab persoalan masyarakat. Sinergi antara Universitas Andalas dan ITB menunjukkan bahwa kekuatan akademik dapat dioptimalkan melalui kerja sama untuk menghasilkan dampak yang lebih luas.
Kolaborasi tersebut juga memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu dan teknologi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Semangat gotong royong, kepedulian, dan inovasi yang terwujud dalam pembangunan Huntap di Desa Guo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya kolaborasi strategis lainnya antarperguruan tinggi. Sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus mendorong pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan.
Page 6 of 12