Padang — Program Diaspora Berdampak 2026 resmi dibuka melalui kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan pembukaan dihadiri langsung oleh diaspora Indonesia dari National University of Singapore, Prof. Andrivo Rusydi, Ph.D., yang berbagi wawasan dan pengalaman mengenai perkembangan riset dan inovasi di tingkat internasional. Kehadiran diaspora tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi di Indonesia dengan institusi dan peneliti di tingkat global.
Mengusung tema “Kolaborasi Internasional untuk Penguatan Riset, Inovasi, dan Pengembangan SDM Menuju Indonesia Berdampak”, kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari lingkungan perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat Febrina Tri Susila Putri, S.P., M.Si.; Wakil Rektor IV Universitas Andalas Prof. Dr. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc.; Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Diana Kartika; Rektor Universitas Mercubaktijaya Ises Reni, S.Kp., M.Kep.; Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Is Prima Nanda, M.T.; serta Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Andalas Prof. Dr. Eng. Muhammad Ilhamdi Rusydi, M.T., yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana Program Diaspora Berdampak 2026.
Selain itu, kegiatan turut dihadiri oleh dosen-dosen dari Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Mercubaktijaya, yang menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi dalam pelaksanaan program.
Program Diaspora Berdampak 2026 dilaksanakan pada 5–17 Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, program ini diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan akademisi diaspora dengan perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka berbagi pengetahuan, pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama di berbagai bidang.
Kehadiran diaspora Indonesia yang berkiprah di institusi internasional diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi pengembangan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia. Transfer pengetahuan dan pengalaman tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat.
Melalui Program Diaspora Berdampak 2026, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, akademisi, dan diaspora diharapkan dapat terus diperkuat sehingga menghasilkan kolaborasi riset yang lebih luas, inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap kolaborasi internasional dan berorientasi pada dampak nyata bagi pembangunan Indonesia.
