Padang — Fakultas Teknik Universitas Andalas bersama LAM Teknik PII menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan Menuju Unggul 2026” di Gedung Serba Guna Fakultas Hukum Kampus Limau Manis, Universitas Andalas.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman mengenai akreditasi sekaligus mendorong peningkatan mutu program studi keteknikan secara berkelanjutan. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau, sehingga kegiatan juga menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi di wilayah Sumatera.

Kegiatan tersebut disambut oleh Wakil Rektor I Universitas Andalas, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa akreditasi tidak seharusnya dipandang hanya sebagai proses administratif untuk memperoleh status atau peringkat tertentu.

Menurutnya, akreditasi merupakan bagian dari upaya membangun dan memperkuat budaya mutu (quality culture) di lingkungan perguruan tinggi. Akreditasi mencerminkan sejauh mana institusi memiliki komitmen untuk memastikan proses pendidikan berjalan secara berkualitas dan mampu memberikan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Paradigma tersebut menempatkan peningkatan mutu sebagai proses yang berlangsung secara terus-menerus, bukan hanya dilakukan ketika program studi menghadapi proses akreditasi. Dengan demikian, setiap unsur dalam penyelenggaraan pendidikan perlu diarahkan pada perbaikan berkelanjutan dan pencapaian standar mutu yang semakin tinggi.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memperkuat transformasi tata kelola program studi menuju quality culture yang berkelanjutan. Penguatan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola akademik, peningkatan relevansi kurikulum, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan sistem penjaminan mutu internal.

Selain itu, pengembangan mutu juga perlu terintegrasi dengan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kurikulum dan kegiatan akademik diharapkan semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan industri, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kolaborasi Antarpremuruan Tinggi

Keterlibatan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Sumatera memberikan nilai strategis bagi kegiatan ini. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman, membahas tantangan dalam pengelolaan mutu, serta membangun jejaring kolaborasi antarinstitusi.

Kolaborasi antarp perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat proses peningkatan mutu program studi keteknikan melalui pertukaran pengetahuan, praktik baik, serta pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tantangan pendidikan tinggi keteknikan juga semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi yang cepat dan berlangsungnya transisi energi. Kondisi tersebut menuntut program studi untuk mampu beradaptasi dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi masa depan.

Karena itu, penguatan mutu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada kemampuan institusi menghasilkan lulusan teknik yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan beradaptasi, kreativitas, inovasi, serta wawasan global.

Kegiatan Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan Menuju Unggul 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan tinggi keteknikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan LAM Teknik PII, diharapkan semakin banyak program studi keteknikan yang mampu membangun budaya mutu secara konsisten, meningkatkan relevansi pendidikan, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global di era disrupsi teknologi dan transisi energi.