Padang, 5 Juni 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, Fakultas Teknik Universitas Andalas bersama Unit Kegiatan Mahasiswa PAITUA melaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Pohon sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian lingkungan.
Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk aksi nyata dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan. Penanaman pohon dilakukan sebagai langkah sederhana namun memiliki manfaat jangka panjang dalam menjaga kualitas lingkungan dan menciptakan ruang hijau.
Gerakan tanam pohon tidak hanya dipandang sebagai kegiatan penghijauan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaan vegetasi memiliki peran penting dalam menyerap karbon, menjaga kualitas udara, mengurangi risiko erosi, serta membantu mempertahankan keseimbangan lingkungan.
Keterlibatan mahasiswa melalui UKM PAITUA juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui partisipasi aktif generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa menghadapi perubahan iklim membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran, mengembangkan inovasi, serta mendorong aksi nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Andalas terus mendorong terciptanya budaya kampus yang peduli terhadap lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan. Gerakan sederhana seperti penanaman pohon diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar dalam membangun lingkungan yang sehat dan tangguh.
Ke depan, semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim” diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai aksi dan kebiasaan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan keterlibatan sivitas akademika dan masyarakat secara luas, upaya menjaga dan melestarikan lingkungan diharapkan dapat terus berkembang sebagai gerakan bersama demi menghadapi tantangan perubahan iklim serta mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
