Fakultas Teknik Universitas Andalas turut diundang dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Penguatan Ekosistem KBLBB melalui Diskusi dan Advokasi Kebijakan Kendaraan Listrik” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia melalui proyek Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23 September 2026 bertempat di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat, Padang. FGD menjadi forum diskusi dan pertukaran informasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas isu strategis terkait pengembangan kendaraan listrik serta kesiapan ekosistem pendukungnya di Indonesia.
Fakultas Teknik Universitas Andalas diwakili langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Is Prima Nanda, M.T. Kehadiran Fakultas Teknik dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan perguruan tinggi dalam forum yang membahas perkembangan teknologi, kebijakan, serta kebutuhan infrastruktur dalam mendukung transformasi sektor transportasi menuju penggunaan kendaraan berbasis energi listrik.
FGD tersebut menjadi ruang untuk mendiskusikan berbagai aspek yang berkaitan dengan penguatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Pembahasan mencakup isu kebijakan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, kesiapan infrastruktur, serta peluang inovasi dan investasi yang dapat mendukung percepatan pemanfaatan kendaraan listrik.
Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan kesiapan teknologi kendaraan, tetapi juga dukungan infrastruktur pengisian daya, sistem kelistrikan, regulasi, sumber daya manusia, serta kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, forum diskusi yang melibatkan pemerintah, sektor energi, perguruan tinggi, lembaga internasional, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi ruang penting untuk bertukar informasi dan menyelaraskan perspektif dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Keterlibatan perguruan tinggi dalam diskusi tersebut juga memiliki relevansi dengan peran akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang energi, kendaraan listrik, sistem kelistrikan, dan teknologi pendukung lainnya.
Selain aspek teknologi, penguatan ekosistem kendaraan listrik juga berkaitan erat dengan kebutuhan akan infrastruktur yang aman, andal, dan terpercaya. Ketersediaan infrastruktur pendukung menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan kesiapan masyarakat dan berbagai sektor dalam mengadopsi kendaraan listrik secara lebih luas.
Forum ini sekaligus membuka ruang bagi pertukaran informasi mengenai tantangan dan peluang dalam proses transisi menuju sistem transportasi yang lebih berorientasi pada penggunaan energi bersih. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga internasional, dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung pengembangan kebijakan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi di Indonesia.
Kehadiran Fakultas Teknik Universitas Andalas dalam FGD ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang energi dan teknologi kendaraan listrik. Keterlibatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong kontribusi akademik dalam mendukung perkembangan teknologi serta penguatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Melalui forum diskusi dan advokasi kebijakan ini, berbagai pihak diharapkan dapat terus membangun sinergi dalam mendukung transisi energi bersih, pengembangan inovasi dan investasi, serta penyediaan infrastruktur kendaraan listrik yang aman dan terpercaya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang kolaboratif untuk memperkuat kesiapan berbagai sektor dalam menghadapi perkembangan teknologi kendaraan listrik dan transformasi energi di masa mendatang.
