PADANG — Fakultas Teknik Universitas Andalas melakukan Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Rabu, 4 November 2026. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pukul 10.00–15.00 WIB di Ruang Sidang Dekanat Lantai II, Fakultas Teknik Universitas Andalas, dengan melibatkan narasumber dan instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan tenaga kependidikan dalam pencegahan serta penanggulangan kebakaran. Lingkungan fakultas, terutama ruang kerja dan laboratorium, membutuhkan kesiapsiagaan terhadap potensi keadaan darurat. Pemahaman mengenai penggunaan APAR secara benar dan aman menjadi salah satu bekal penting agar pengguna lingkungan kampus mengetahui langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kebakaran.
Dalam kegiatan ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang diminta memberikan materi sekaligus pelatihan praktik. Bapak Ilham Sukma ditetapkan sebagai narasumber, sedangkan Bapak Rizky Agung bertugas sebagai instruktur. Keterlibatan petugas pemadam kebakaran diharapkan memberikan penjelasan berdasarkan kompetensi dan pengalaman di bidang pencegahan serta penanganan kebakaran. Materi dan praktik diarahkan pada prosedur penggunaan APAR yang tepat dan aman bagi peserta.
Peserta yang diundang mencakup Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Fakultas Teknik Universitas Andalas, petugas security, kepala laboratorium, serta asisten laboratorium dari setiap departemen. Komposisi peserta tersebut dimaksudkan agar pengetahuan penggunaan APAR tidak hanya diterima oleh satu unsur, tetapi juga menjangkau personel yang berperan dalam pengelolaan keamanan, fasilitas, dan aktivitas laboratorium. Setiap departemen diminta mengikutsertakan satu orang kepala laboratorium dan tiga orang asisten laboratorium. Tim K3L dan petugas security juga menjadi bagian dari peserta yang diundang.
Keikutsertaan unsur laboratorium memiliki arti penting karena kegiatan praktikum dan penggunaan peralatan di laboratorium perlu didukung kesadaran terhadap keselamatan kerja. Sementara itu, petugas security dan Tim K3L merupakan unsur yang relevan dalam mendukung kesiapsiagaan serta respons awal di lingkungan fakultas. Melalui pelatihan bersama, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur penggunaan APAR dan kesiapan menghadapi keadaan darurat kebakaran.
Pelatihan ini menjadi bentuk perhatian Fakultas Teknik Universitas Andalas terhadap penguatan budaya keselamatan di lingkungan kampus. Upaya pencegahan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana pemadam, tetapi juga dengan pengetahuan dan keterampilan orang-orang yang berada di sekitar potensi risiko. Karena itu, pemahaman mengenai cara penggunaan APAR perlu dibangun melalui penyampaian materi dan latihan praktik.
Melalui kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima jam tersebut, Fakultas Teknik Universitas Andalas menargetkan peningkatan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi kemungkinan kebakaran di tempat kerja maupun laboratorium. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung tindakan awal yang tepat, aman, dan sesuai prosedur ketika situasi darurat terjadi. Pelatihan ini sekaligus memperkuat komitmen fakultas untuk terus mendorong lingkungan kerja dan pembelajaran yang memperhatikan aspek keselamatan berkelanjutan.
Pelaksanaan pelatihan memberi ruang bagi peserta untuk memperoleh penjelasan dan mengikuti pembelajaran praktik dalam kegiatan yang sama. Dengan melibatkan perwakilan dari unsur pengelola keselamatan, keamanan, dan laboratorium, kegiatan ini dirancang untuk memperluas pemahaman mengenai kesiapsiagaan kebakaran di lingkungan fakultas. Penekanan pada aspek benar dan aman penting agar penggunaan APAR dilakukan berdasarkan prosedur, bukan sekadar tindakan spontan. Peserta diharapkan dapat memahami peran masing-masing dalam mendukung pencegahan serta mengetahui pentingnya kesiapan menghadapi keadaan darurat. Fokus tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan sebagaimana tercantum dalam undangan Fakultas Teknik.
