PADANG – Dalam upaya terus mendorong terciptanya ekosistem riset yang unggul dan kolaboratif, sebuah langkah aktif diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Integrasi Roadmap Riset & Working Group Tematik. Kegiatan yang menjadi bagian krusial dari agenda strategis Program Diaspora Berdampak Tahun 2026 ini sukses dilaksanakan sebagai wadah sinergi para akademisi dan peneliti.
Mengakomodasi kolaborasi lintas batas, kegiatan ini dilangsungkan secara hybrid (luar jaringan dan dalam jaringan). Untuk agenda tatap muka, pusat pertemuan dilangsungkan di Ruang Rapat Lantai 2, Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas.
Forum diskusi ini menjadi momentum bertemunya para tokoh penting dalam pengembangan riset universitas. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Pelaksana Program, Prof. Dr. Eng. Muhammad Ilhamdi Rusydi, M.T., serta representasi diaspora yang memberikan wawasan global, Prof. Andrivo Rusydi. Turut hadir memberikan dukungan penuh secara institusional yakni Manajer Fakultas Teknik, beserta jajaran dosen yang antusias merumuskan arah penelitian strategis.
Sinergi yang terbangun melalui FGD ini difokuskan untuk menyelaraskan peta jalan (roadmap) riset secara komprehensif dan lintas disiplin. Melalui perpaduan keahlian dari akademisi lokal dan wawasan luas dari jejaring diaspora, forum ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kolaborasi penelitian yang terintegrasi. Lebih jauh, langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang nyata dan terukur bagi kemajuan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
