Padang — Fakultas Teknik Universitas Andalas melalui Program Studi Arsitektur berkolaborasi dengan Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai wujud sinergi antarperguruan tinggi dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Pembangunan hunian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

Melalui keterlibatan Program Studi Arsitektur dari kedua institusi, kegiatan PkM ini mengedepankan penerapan keilmuan arsitektur untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Kolaborasi tersebut juga menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman, serta inovasi dalam menghasilkan solusi hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pembangunan Huntap di Desa Guo diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu aspek penting agar solusi yang dihadirkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas institusi perguruan tinggi dapat menghadirkan kontribusi konkret dalam menjawab persoalan masyarakat. Sinergi antara Universitas Andalas dan ITB menunjukkan bahwa kekuatan akademik dapat dioptimalkan melalui kerja sama untuk menghasilkan dampak yang lebih luas.

Kolaborasi tersebut juga memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu dan teknologi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Semangat gotong royong, kepedulian, dan inovasi yang terwujud dalam pembangunan Huntap di Desa Guo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya kolaborasi strategis lainnya antarperguruan tinggi. Sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus mendorong pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan.