Perusahaan ini bermaksud untuk mendirikan pabrik bijih besi pertama di Propinsi Sumatera Barat pada tahun 2013. Hal ini dikarenakan pada tahun 2014 adanya kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang ekspor bahan baku ke luar disebabkan pajak ekspor yang sangat tinggi.
Pendirian pabrik tersebut akan membutuhkan banyak tenaga kerja terutama di bidang teknik mesin, elektro, pertambangan dan lingkungan serta bidang lainnya. Tenaga kerja yang dibutuhkan ± 1100 – 1400 orang. Luas pabrik diperkirakan ± 20 – 25 Ha dengan investasi ± US$ 150 juta. Selain hal tersebut perusahaan ini juga membutuhkan tenaga teknis dan tenaga ahli dari Fakultas Teknik.
Direncanakan akan ada pertemuan selanjutnya untuk menindaklanjuti kerjasama berikutnya.
















